Mengenal Karst Goa Gudawang

Nama Karst Goa Gudawang memang belum banyak dikenal di Indonesia, berbeda dengan kawasan karst lain semisal Karst Gunungsewu, Karst Maros, Karst Sangkulirang Mangkalihat ataupun Karst Gombong. Menemukan kawasan ini di peta pun lumayan sulit, di peta geologi terbitan Pusat Pengkajian Pengetahuan Geologi misalnya, batugamping yang ada di Kecamatan Cigudeg ini hanya bisa dirunut dari informasi litologi pada formasi-formasi yang mengandung batugamping di kawasan tersebut. Selain luasnya yang tidak cukup signifikan sehingga tidak tergambar di peta geologi regional, tidak banyak publikasi yang bisa ditemukan terkait Karst Goa Gudawang.

Salah satu bagian lorong Goa Sipahang

Continue reading

Advertisements

Ujung Lorong Cikarae

Penelusur goa mencoba melewati lorong beratap rendah dalam penelusuran Goa Cikarae

Kami melangkah cepat mengikuti Muslich (60), lelaki separuh baya yang menjadi pemilik sekaligus juru kunci Goa Cikarae, melintasi batuan kapur yang sudah hampir empat bulan dikeringkan oleh musim. Dari rumah Muslich Goa Cikarae hanya berjarak 500 meter saja. “Sewaktu saya kecil, sekitar tahun 1968 sungai di dalam Goa Cikarae sepinggang dalamnya, ikannya banyak, saya sering mencari ikan di dalamnya bersama ayah”, kenang Muslich di perjalanan. Saat ini, Goa Cikarae hanya dialiri air sewaktu musim hujan saja, sungai di dalamnya mengering seiring hilangnya daerah resapan yang tergerus aktivitas tambang milik sebuah korporasi besar. Tak butuh waktu lama bagi kami untuk sampai pada sebuah lubang gelap di lereng bukit yang tidak begitu terjal, lubang masuk Goa Cikarae.

Continue reading

JMPPK : Panen Raya di Lereng Pegunungan Karst Pati, Bukti Kesuburan Lahan Pertanian

Dok. Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng

Pati, 26 Januari 2017 – Perjuangan warga Pati dari Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo tak seperti anggapan beberapa pihak, bahwa penolakan pabrik semen yang dilakukan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) hanya terhadap PT. Semen Indonesia. Kamis, 26 Januari 2016, pukul 08.00 pagi, ratusan petani akan turun ke sawah di Desa Brati,Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.  Continue reading

JMPPK : KASIHI SESAMA, JAGAI IBU BUMI

Semarang, 25 Desember 2016 – Pagi ini minggu 25 Desember 2016 dalam Car Free Day (CFD) kota semarang, di jalan pahlawan dan simpang lima Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Semarang mengadakan aksi jalan bersama dan membawa spanduk bertuliskan “Selamat Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, KASIHI SESAMA, JAGAI IBU BUMI”

Dalam perayaan Natal 2016 ini JMPPK dan PELITA mengajak semua orang untuk untuk mengasihi sesama tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan serta untuk menjaga ibu bumi karena bumi telah memberikan semua kebutuhan manusia, dan semua orang wajib menjaganya.

Hari ini petani pegunungan kendeng sengaja tidak melakukan aksi pendirian tenda perjuangan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Ini dimaksudkan untuk menghormati perayaan Hari Natal.

Sebelumnya, sejak Senin 19 Desember 2016 petani Pegunungan Kendeng telah mendirikan tenda perjuangan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Aksi tersebut akan terus berlanjut sampai Gubernur Jawa Tengah menutup pabrik semen yang ada di Rembang sebagaimana Putusan Mahkamah Agung Nomor 99 PK/TUN/2016 yang membatalkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660. 1/17 tahun 2012 dan memerintahkan Gubernur Jawa Tengah untuk mencabut keputusan a quo. Berdasarkan Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup “(1) Izin Lingkungan merupakan persyaratan untuk memperoleh izin usaha dan/atau kegiatan (2) Dalam hal izin lingkungan dicabut, izin usaha dan/atau kegiatan dibatalkan”. Maka, seluruh kegiatan usaha dan/atau kegiatan PT Semen Indonesia di Kecamatan Gunem, Rembang harus dihentikan. Namun demikian, hingga saat ini Gubernur Jawa Tengah belum kunjung mematuhi Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap

Tidak hanya itu, paska dibacakannya Putusan MA tersebut, Gubernur Jawa Tengah telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/30 tahun 2016 yang merupakan perubahan izin lingkungan yang telah dibatalkan oleh MA serta Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/32 tahun 2016 adalah Upaya melawan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap ini telah menunjukkan bahwa disamping Gubernur Jawa Tengah tidak mematuhi hukum, tampak pula bahwa Gubernur Jawa Tengah tidak ber itikad baik menjaga Ibu Bumi.

Agaknya perlu bagi kita semua untuk mengingat apa yang dipesankan Mahatma Gandhi:

Bumi cukup menyediakan segala sesuatu untuk memuaskan kebutuhan semua orang, bukan semua ketamakan.

Malam di Tenda Perjuangan

Tenda Perjuangan2 Tenda itu tepat berada di tepi jalan jalur truk-truk yang hilir mudik nyaris 15 menit sekali. Malam hari yang gelap menyembunyikan debu-debu yang pasti beterbangan setelahnya atau saat itu alam sedang berbaik hati karena masih mengirimkan hujan yang membasahi tanah. Warga menyebut tenda itu sebagai Tenda Perjuangan. Berdiri dan dihuni selama hampir setahun, seumur dengan penegasan gerakan penolakan warga Kecamatan Gunem terhadap rencana pendirian pabrik semen di wilayah mereka.

Continue reading

Industri Semen Ramah Lingkungan?

Tabel konsumsi semen dunia,konsumsi semen Indonesia jauh dibawah konsumsi beberapa negara hanya 229kg/kapita. Sumber : Laporan tahunan Heidelberg grup, 2014

Tabel konsumsi semen dunia,konsumsi semen Indonesia jauh dibawah konsumsi beberapa negara hanya 229kg/kapita. Sumber : Laporan tahunan Heidelberg grup, 2014

Mendekati putusan PTUN Semarang terhadap sebuah perusahaan patungan pemerintah dan pemodal asing yang bergerak di industri semen, masyarakat seperti saya dibombardir oleh propaganda bahwa industri semen ramah lingkungan. Benarkah demikian?

Saya bukan ahli apapun, hanya seorang praktisi speleologi yang berkiprah hampir 14 tahun di dunia bawah tanah. Pun demikian, pengalaman bersentuhan langsung dengan kawasan karst dan masyarakatnya selama ini membentuk pemahaman yang kuat pada diri saya, bahwa karst adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Bahwa karst memberi manfaat langsung bagi manusia yang hidup di dalam dan sekitarnya saya persaksikan langsung di lapangan. Air, tanah, tumbuh-tumbuhan dan segala bentuk kehidupan di dalamnya membentuk ikatan yang kuat secara berimbang dan tidak saling meniadakan. Harmoni itu yang seharusnya tidak dirusak oleh keserakahan manusia yang bernafsu ingin menguasai segala hal sebagai pundi-pundi hidupnya.

Continue reading

Potret Kawasan Karst Indonesia

Sebaran pabrik semen di Pulau Jawa (diolah dari peta sebaran karst www.biota.org)

Sebaran pabrik semen di Pulau Jawa (diolah dari peta sebaran karst http://www.biota.org)

Indonesia adalah negeri yang diberkahi kekayaan alam melimpah baik yang ada di atas tanah maupun di bawah tanah. Kekayaan alam itu semestinya mensejahterakan rakyat dari generasi ke generasi. Salah satu kekayaan alam yang jarang disadari keberadaannya adalah Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK), yaitu kawasan perbukitan kapur yang telah mengalami proses pelarutan sedemikian rupa sehingga menunjukkan ciri-ciri fisik yang unik dan khas.
Fungsi utama kawasan karst bagi kehidupan manusia adalah kemampuannya menyerap air hujan, menyimpan dan mengeluarkannya sebagai mata air (akuifer air bersih). Jutaan meter kubik air hujan setiap tahun terserap dengan baik oleh KBAK. Di dunia, 15% luas daratan adalah kawasan bentang alam karst, di mana kawasan ini mencukupi 25% kebutuhan air bersih penduduk dunia (D.C Ford et al, 1988).

Continue reading