Mengintip Wisata Goa di Cerme

Salah satu lokasi wisata goa yang terbuka untuk kalangan umum dan paling mudah dicapai adalah Goa Cerme yang terletak di Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Saya tertarik pada goa ini karena bagi saya Goa Cerme merupakan salah satu goa wisata yang tidak “salah urus” seperti saudara-saudaranya yang lain. Meski tentu saja masih ada kekurangan yang perlu dibenahi untuk mencapai nilai delapan dari skala sepuluh.

Rangkaian ornamen dari jenis flowstone menjadi hiasan yang menyejukkan sepanjang menelusuri lorong Goa Cerme

Aneka ragam ornamen Goa Cerme

Dari beberapa goa wisata yang pernah saya kunjungi, Goa Cerme paling sedikit mengalami perombakan fisik. Sebagaimana kita tahu, sudah hal jamak di negara ini jika pengelola wisata goa suka memoles sedemikian rupa perwajahan goa yang bersangkutan. Ibarat perempuan bersolek, pengelola goa rata-rata suka memakaikan bedak setebal satu inchi di wajah, gincu yang menyapu hampir menyentuh dagu, maskara yang melebihi kelopak mata dan seterusnya. Anda pasti bisa membayangkan seperti apa wajah perempuan yang didandani sedemikian rupa bukan? cantik pun pasti tidak.

Di dalam Goa Cerme kita tidak akan menjumpai pagar stainless, tidak ada lampu-lampu yang memicu tumbuhnya lumut di ornamen goa, tidak ada jalan yang terbuat dari beton. Kita juga tidak akan menjumpai beraneka patung-patung atau meja kursi yang terbuat dari semen. Goa Cerme menyuguhkan keindahan alami beraneka ragam ornamen goa dari jenis flowstone dan dripstone. Di dalam goa, anda bisa bernafas dengan lega…karena sirkulasi udara goa ini terjaga secara alami (kecuali lorong yang terdapat tanda dilarang masuk). Hal ini tentu tidak akan terjadi jika mulut Goa Cerme di-rolling door seperti salah satu saudaranya di Jawa Timur.

Ornamen Goa Cerme sebagian besar mengalami pengotoran oleh jelaga dari obor yang beberapa waktu lalu sering digunakan oleh pemandu maupun pengunjung.

Menelusuri goa ini lumayan menyenangkan, karena pengunjung akan diperkenalkan tahapan dasar menelusuri goa dalam arti sebenarnya. Berjalan biasa, merangkak, setengah merayap, sedikit climbing untuk melintasi air terjun dan semua dilakukan dalam kondisi basah kuyup oleh air sungai bawah tanah yang kedalamannya bisa mencapai dada orang dewasa. Jika beruntung pengunjung bisa berjumpai dengan Moa (semacam belut bertelinga) di dalamnya. Decit kelelawar berbadan kecil dari jenis microchiroptera masih terdengar nyaring di beberapa bagian lorong.

Sayangnya segala kealamian tersebut belum diimbangi dengan pembekalan pengetahuan tentang goa yang memadai bagi pemandu-pemandunya. Selama tugas memandu tamu, sebagian besar yang diinformasikan oleh pemandu adalah hal-hal yang berbau mistis, belum dilengkapi dengan informasi-informasi ilmiah tentang goa. Perlengkapan penelusuran juga masih tergolong jauh dari memenuhi standart keselamatan.

Rute penelusuran goa yang cukup bervariasi menyuguhkan keasyikan tersendiri bagi pengunjung

Jika Pemerintah setempat serius mengelola Goa Cerme, saya pikir tidak terlalu sulit. Di Yogyakarta terdapat segudang kelompok penelusur goa yang akan dengan senang hati membagikan pengetahuannya tentang goa dari sisi ilmiah, baik yang tergabung di Mahasiswa Pecinta Alam di kampus-kampus maupun kelompok independen lain. Peralatan penunjang keselamatan bagi pemandu dan pengunjung tentunya bukan suatu hal yang sulit untuk dipenuhi oleh Pemerintah setempat. Sangat bertolak belakang dengan beban yang ditanggung oleh para pemandu wisata Goa Cerme dalam memenuhi target setoran setiap bulan. (Teks & Foto : A.B. Rodhial Falah)

(Asisten pemotretan dalam artikel ini : Akhmad Zona Adiardi, Mufti Subarkah, Moch. Asril, Niko Oktatisa – Acintyacunyata Speleological Club Yogyakarta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s