Awas Oksigen Tipis!

Penelusur menggunakan bantuan tabung oksigen ketika atmosfir goa tidak lagi menyediakan oksigen yang cukup untuk pernafasan

Tubuh manusia merupakan ciptaan Tuhan yang memiliki daya adaptasi tinggi. Sejak puluhan ribu tahun manusia hadir di bumi, berbagai kondisi ekstrem telah menguji daya adaptasi ini. Tentu saja melalui proses yang cukup panjang hingga beberapa generasi. Tanpa melalui proses panjang, daya adaptasi itu tidak akan bekerja secara maksimal. Salah satunya adalah daya adapatasi manusia di lingkungan dengan kondisi oksigen tipis. Manusia yang biasa hidup di pantai dengan tekanan oksigen rendah, akan mengalami gangguan sistem pernafasan ketika tiba-tiba ditempatkan di daerah ketinggian yang bertekanan tinggi. Itulah salah satu alasan pendaki gunung membangun pos-pos pendakian untuk aklimatisasi terhadap kondisi sekitar, terutama ketersediaan oksigen dan tekanan udara.

Kondisi ekstrem kekurangan oksigen sering terjadi dalam aktivitas penjelajahan goa. Beberapa teori tentang bahaya penelusuran goa menyebut kondisi ini sebagai hiperventilasi (meskipun menurut saya lebih tepat disebut sebagai hipoksia). Sebuah penelitian yang dilakukan oleh asosiasi speleologi di luar negeri menunjuk kadar CO2 berlebihan di atmosfir goa lah penyebab kondisi hiperventilasi ini. Dalam udara normal, kadar CO2 berkisar 0,03 % dan berfingsi sebagai regulator sistem pernafasan tubuh. Konsentrasi CO2 lebih dari 10 % akan menyebabkan gangguan sistem pernafasan yang berujung pada kematian, HANYA DALAM BEBERAPA MENIT saja (Smith, 1997). Dalam dunia industri, kadar CO2 yang diperkenankan untuk bekerja maksimal adalah 0,5 % selama 8 jam (berdasarkan standart Australia).

Atmosfir goa batugamping memiliki kadar CO2 yang berbeda-beda. Ini adalah salah satu ancaman yang harus selalu diwaspadai oleh para penjelajah goa. Selama bertahun-tahun penjelajah goa menggunakan metode sederhana untuk mendeteksi kadar oksigen di dalam goa. Yaitu dengan menggunakan pemantik api, korek gas dan nyala lilin. Metode ini cukup membantu meskipun belum teruji secara ilmiah. Yang perlu dicermati adalah ada perbedaan kemampuan nyala api antara lilin, pemantik api dan korek gas.

Sebuah referensi menyebutkan pemantik api akan menyala normal jika atmosfir goa mengandung 21 – 18 % oksigen, lilin hanya akan menyala normal jika kandungan oksigen diatas 19% sedangkan korek gas dapat menyala normal pada kadar oksigen 15% di atmosfir. Pada kondisi kandungan oksigen 15%, lilin tidak dapat lagi menyala sama sekali, pemantik api akan menyala sebentar lalu mati. korek gas akan benar-benar tidak bisa menyala jika kandungan oksigen 10 % di atmosfir.

Pada kondisi atmosfir hanya mengandung 10% oksigen, manusia normal akan merasa mual dan muntah. Kita akan mengalami koordinasi gerak tubuh yang tidak beraturan, gerakan menjadi kasar dan serampangan. Seringkali kita tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuh kita hingga ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Selanjutnya kita tidak akan mampu berjalan dan kemungkinan hanya mampu merangkak. Terlalu lama dalam kondisi ini akan menyebabkan kerusakan sel otak permanen.

Dampak tingginya kadar CO2 terhadap tubuh manusia bermacam-macam. Kondisi normal adalah ketika atmosfir mengandung 0,03 % CO2. Paru-paru akan mengembang 5% ketika level CO2 di atmosfir naik menjadi 0,5% (nilai ini adalah batas toleransi manusia boleh bekerja selama 8 jam berdasarkan standart industri di Australia). Kehilangan konsentrasi, merasa kepanasan, berkeringat berlebihan, cepat lelah dan lemas akan terjadi ketika kadar CO2 berada pada level 1% di atmosfir goa. Paru-paru mengembang 100 %, mata berkunang-kunang, nafas terengah-engah, sakit kepala terjadi ketika kadar CO2 pada level 3%.

Kadar CO2 mencapai 5% kita akan merasakan nafas terengah-engah semakin parah, sakit kepala parah, merasa lelah yang amat sangat. Terlalu lama dalam kondisi ini akan mengakibatkan kerusakan permanen pada sel-sel otak. Manusia akan mengalami ketidaksadaran dan tewas dalam beberapa menit ketika kadar CO2 di atmosfir naik ke level 6%.

Langkah terbaik ketika kita menghadapi kondisi kekurangan oksigen atau kadar CO2 yang tinggi di dalam goa adalah segera menghentikan aktivitas penelusuran dan keluar secepat mungkin. Jangan percayai korek gas anda, lebih mempercayai nyala lilin atau pemantik api bisa membuat kita lebih bijaksana. Setinggi apapun jam terbang anda di dunia penjelajahan goa, tubuh anda tetap akan mengikuti aturan normal sebagai manusia, yang bergantung pada kebutuhan oksigen. Safety first…then go wild! (teks dan foto oleh Rodhial Falah, berdasarkan referensi ¬†Garry K. Smith, Federasi Speleologi Australia, 1997)

About these ads

2 responses to “Awas Oksigen Tipis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s